Loading...

Sabtu, 28 Januari 2012

praktikum larutan asam basa


PRAKTIKUM “LARUTAN ASAM-BASA”
@ISI@
Standar Kompetensi: memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.
Kompetensi Dasar:     mendekskripsikan teori-teori asam-basa dengan menentukan sifat larutan menghitung  ρH larutan.
A.     Menguji Sifat Larutan dengan Indikator

I.                   TUJUAN
Mempersiapkan pH berbagai larutan dengan menggunakan indikator.
II.                DASAR TEORI
Indikator asam-basa adalah zat yang warnanya berubah bergantung pada pH larutan. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan sifat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Larutan asam mempunyai pH < 7, larutan netral mempunyai pH = 7, dan larutan basa mempunyai pH > 7.
 Semua indikator asam-basa merupakan asam lemah atau basa lemah yang dapat memperlihatkan perbedaan warna di dalam larutan asam atau basa.
Trayek atau daerah perubahan warna adalah daerah batas pH yang merupakan daerah transisi perubahan warna. Indikator yang berbeda mempunyai trayek perubahan warna yang berbeda. Sebagai contoh, larutan lakmus akan berwarna merah pada pH < 5,5 dan berwarna biru pada pH > 8. Pada larutan dengan pH = 5,5 – 8, warna lakmus merupakan kombinasi antara warna merah dan biru. Jadi, bisa dikatakan trayek perubahan warna lakmus adalah pH = 5,5 dan pH = 8.
Sebuah indikator biasanya hanya menunjukkan sebuah rentang pH tertentu dan tidak menunjukkan sebuah nilai pH yang asli. Karenanya, diperlukan indikator lain untuk mempersempit rentang perkiraan pH sampel yang diuji. Berikut adalah rentang pH dari beberapa indikator.
Indikator
Rentang pH
Perubahan Warna
Metil jingga
Metil merah
Fenolftelein
Bromtimol biru
2,9 – 4,0
4,2 – 6,3
8,3 – 10
6,0 – 7,6
Merah - kuning
Merah - kuning
Tidak berwarna - merah
Kuning - biru

III.             ALAT DAN BAHAN
A.     Alat
Ø  Tabung reaksi
Ø  Rak tabung reaksi
Ø  Pipet tetes
B.     Bahan

Ø  Air suling
Ø  Air sumur
Ø  Air sungai
Ø  Air huajan
Ø  Air abu
Ø  Air cucian beras
Ø  Air gula
Ø  Alkohol
Ø  Asam cuka
Ø  Air sabun

Ø  Air jeruk
Ø  Air kelapa
Ø  Air teh
Ø  Air garam
Ø  Air kapur
Ø  Air sitrun
Ø  Air karat besi
Ø  Larutan soda kue



IV.              CARA KERJA
(langkah 1 – 5 berikut dilakukan terhadap semua bahan no. 1 – 18 diatas)
1.      Masukan larutan kedalam tabung reaksi kira-kira setinggi 4 cm
2.      Celupkan kertas indikator  lakmus merah dan lakmus biru kedalam larutan. Amati perubahan warnanya. Periksa dan catat pH larutan sesuai trayek perubahan warna indikator.
3.      Dengan menggabungan hasil pencatatan pH tiap indikator, perkiraan harga pH masing-masing larutan tersebut.
V.                 HASIL PENGAMATAN

N0.

Larutan Zat Cair
pH Larutan dari Tiap Indikator
Perkiraan pH Larutan
L.merah
L.biru
1
Air suling
Merah
Biru
6
2
Air sumur
Ungu
Ungu
6
3
Air sungai
Merah
Biru
8
4
Air hujan
Merah
Biru
3
5
Air abu
Biru
Biru
14
6
Air cucian beras
Merah
Ungu
6
7
Air gula
Ungu
Biru
5
8
Alkohol
Merah
Biru
4
9
Asam cuka
Merah
Merah
3
10
Air sabun
Biru
Biru
14
11
Air jeruk
Merah
Merah
3
12
Air kelapa
Merah
Merah
5
13
Air teh
Merah
Biru
5
14
Air garam
Merah
Biru
6
15
Air kapur
Biru
Biru
9
16
Air sitrun
Merah
Merah
5
17
Air karat besi
Biru
Biru
7
18
Larutan soda kue
Biru
Biru
9
VI.              PERTANYAAN
1.      Kelompokkan zat cair /larutan yang diuji tersebut kedalam:
a.       Larutan asam
Ø  Asam cuka
Ø  Air jeruk
Ø  Air kelapa
Ø  Air sitrun
b.      Larutan netral

Ø  Air suling
Ø  Air sumur
Ø  Air hujan
Ø  Air sungai
Ø  Air cucian beras
Ø  Air gula
Ø  Alkohol
Ø  Air teh
Ø  Air garam

c.       Larutan basa
Ø  Air abu
Ø  Air sabun
Ø  Air kapur
Ø  Air soda kue
Ø  Air karat besi
2.      Kelompokkan zat yang anda uji tersebut berdasarkan ketepatan pemakaian indikator (gabungan atau tunggal)
Ø   
VII.           KESIMPULAN
Jadi, apabila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi merah, maka larutan itu bersifat asam. Bila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi biru, berarti larutan tersebut bersifat basa. kedua lakmus (biru dan merah) warnanya tetap, maka larutan yang diuji tersebut bersifat netral dan Masing-masing larutan memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang bersifat sam, basa maupun netral. Hal ini di tentukan oleh ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa)dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar